Selasa, 08 November 2011

TAQWA


PENGERTIAN TAQWA
At-taqwa maknanya al-hadzr yaitu waspada, Pada prinsipnya ketakwaan seorang adalah apabila ia menjadikan suatu pelindung antara dirinya dengan apa yang ia takuti. Maka ketakwaan seorang hamba kepada Rabbnya adalah apabila ia menjadikan antara dirinya dan apa yang ia takuti dari Rabb (berupa kemarahan, siksa, murka) suatu penjagaan/pelindung darinya. Yaitu dengan menjalankan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Maka tampak jelas, bahwa hakikat takwa adalah sebagaimana yang disampaikan oleh Thalq bin Hubaib, “Takwa adalah engkau melakukan ketaatan kepada Allah berdasarkan nur (petunjuk) dari Allah karena mengharapkan pahala dari-Nya. Dan engkau meninggalkan maksiat kepada Allah berdasarkan cahaya dari Allah karena takut akan siksa-Nya."
Sedangkan takwa secara lebih lengkapnya adalah, menjalankan segala kewajiban, menjauhi semua larangan dan syubhat (perkara yang samar), selanjutnya melaksanakan perkara-perkara sunnah (mandub), serta menjauhi perkara-perkara yang makruh(dibenci). Shahabat Abdullah Ibnu Mas’ud berkata ketika menafsirkan firman Allah surat Ali Imran ayat 102, “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya.” Beliau mengatakan, “Hendaklah Dia (Allah) ditaati dan tidak dimaksiati, diingat serta tidak dilupakan, disyukuri dan tidak diing-kari.” (ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir 9/92 dan al-Mustadrak 2/294).
Adapun firman Allah surat at-Taghabun ayat 16, "Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu”, menurut Imam al-Qurthubi adalah penjelasan dari firman Allah dalam surat Ali Imran 102 di atas. Jadi maknanya adalah, “Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa menurut kesanggupanmu.” Pendapat ini lebih tepat daripada yang mengatakan sebagai nasakh (penghapusan). Karena nasakh hanya dapat dilakukan apabila (dua masalah) sudah tidak mungkin lagi dikompromikan. Jika pengkompromian masih dapat dilakukan, maka itulah yang lebih utama.” (Al-Jami’ liahkamil Qur’an, al-Qurthubi 4/166).
Kata takwa juga sering digunakan untuk istilah menjaga diri atau menjauhi hal-hal yang diharamkan, sebagaimana dikatakan oleh Abu Hurairah Radhiallaahu anhu ketika ditanya tentang takwa, beliau mengata-kan, “Apakah kamu pernah melewati jalanan yang berduri?” Si penanya menjawab, ”Ya”. Beliau balik bertanya, “Lalu apa yang kamu lakukan?” Orang itu menjawab, “Jika aku melihat duri, maka aku menyingkir darinya, atau aku melompatinya atau aku tahan langkah”. Maka berkata Abu Hurairah, ”Seperti itulah takwa.”
Berbagai macam pendapat dan definisi makna dari kata TAQWA ini sbb :

1.   Taqwa berasal dari kata waqa-yaqi-wiqayah yang artinya memelihara.
2.   Taqwa itu berarti takut, tapi tidak persis seperti takut. Katanya sudah ada kata lain di Al Qur?an untuk kata takut, yaitu  ?khasyiya? dan ?khawf?. (Saya sendiri baru tahu hal ini.) Jadi artinya taqwa bukan semata-mata takut.
3.   Taqwa itu mengetahui dengan akal, memahami dengan hati dan melakukan dengan perbuatan..
4.   Ada yang membagi dalam 2 Definisi Taqwa =  1. Hati-hati   2. Meninggalkan yang tidak berguna
5.   Taqwa : merupakan kosekuensi logis dari keimanan yang kokoh yang dipupuk dengan murrukobatullah, merasa takut terhadap murka dan azab-Nya dan selalu berharap atas limpahan karuni dan magfir-Nya.
6.   Taqwa : hendaklah Allah tidak melihat kamu berada dalam larangan-larangan-Nya dan tidak kehilangan kamu didalam perintah-perintah-Nya.
7.   Ada yang bilang ; Taqwa terambil dari akar kata yang berarti menghindar. Perintah untuk bertaqwa berarti perintah untuk menghindarkan siksa dan ancaman Allah.
8.   Taqwa adalah sikap abstrak yang tertanam dalam hati setiap muslim, yang aplikasinya berhubungan dengan syariat agama dan kehidupan sosial. Seorang muslim yang bertaqwa pasti selalu berusaha melaksanakan perintah Tuhannya dan menjauhi segala laranganNya dalam kehidupan ini.
9.   Dan lain-lain,  berbagai persepsi orang tentang makna arti kata TAQWA secara pas dalam Al Quran.

INDIKATOR ORANG YANG BERTAQWA
Setidaknya terdapat 2 indikator orang dikatakan sebagai orang yang bertaqwa, yakni: yang pertama, ada jiwa konsisten/berkesinambungan dalam diri mereka yang bertaqwa. Berkesinambungan untuk senantiasa beribadah kepada Alloh SWT. Karena dengan adanya rasa ini, akan menjadikan diri kita merasa terus diawasi dan dekat dengan Alloh SWT, sehingga pada akhirnya akan menimbulkan keinginan untuk senantiasa menjalankan perintah-Nya.
Indikator kedua adalah berorientasi ke masa depan. Dalam artian kita diharuskan untuk memiliki orientasi masa depan, yang tak lain dan tak bukan adalah Akhirat. Sebagaimana Alloh telah berfirman dalam [Q.S. Al-Hasyr : 18]
Wahai orang-orang yang beriman. Bertaqwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Alloh. Sungguh, Alloh Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan”

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan