Minggu, 14 Agustus 2011

Perokok PASIF Lebih BERESIKO Dari Pada Perokok Aktif

Profesor Stanton Glantz seorang guru besar ilmu kesehatan Universiti of California, San Fransico Amerika Serikat, membagi asap rokok menjadi dua kelompok :
1. Yang langsung terisap masuk ke dalam paru-paru oleh si perokok.
2. Asap yang berasal dari ujung rokok yang terbakar saat tidak dihisap.
Asap yang muncul karena pembakaran yang tidak sdmpurna saat rokok tidak dihisap ini yang justru lebih berbahaya karena menurut profesor Glantz, kandungan racun pada asap rokok yang terbakar ketika sedang tidak dihisap lebih tinggi dari pada kandungan racun asap rokok yang dihisap.
Convension on tobacco control yang diselenggarakan oleh world Healts Organization (WHO), memperkirakan tahun 2030 mendatang ada 770 juta anak yang akan dijemput kematian karena menjadi perokok pasif. Bila diasumsikan daya tahan anak-anak separuh dari daya tahan tubuh orang dewasa, berarti separo dari jumlah itu juga orang dewasa yang akan menghadapi kematian karena menjadi perokok pasif atau ketiban apes akibat menghisap asap rokok yang dinikmati orang lain.
Kenapa asap rokok menjadi monster yang begitu menakutkan ? Karena asap rokok mengandung aneka zat mematikan, seperti di bawah ini :
NIKOTIN ; adalah zat adiktif yang membangkitkan dopamime, zat di otak yang bisa membuat rileks dan kecanduan. Zat ini sangat berbahaya sebagai penyebab penyempitan pembuluh darah dan berkurangnya oksigen di selusuh tubuh.
TAR ; adalah zat yang bisa menyebabkan penyakit kanker. Tar merupakan partikel padat yang dikeluarkan dan terdiri dari 4000 zat kimia yang membahayakan tubuh. Ampasnya yang menempel pada gigi menyebabkan gigi berubah jadi kuning, terus coklat dan selanjutnya jadi kehitam-kehitaman.
HIDROGEN CYANIDE ; adalah zat beracun yang bisa digunakan untuk mengeksekusi terdakwa yang divonis mati.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan